Dirut PT Pertamina (Persero); Ari H Soemarno, mengatakan pendapatan Blok Cepu akan mencapai 3,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp30 triliun per tahun. "Bagian terbesar pendapatan tersebut diperoleh negara," katanya saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Joint Operating Agreement (JOA) Blok Cepu, di Jakarta, Rabu (15/3).
Dirut PT Pertamina (Persero); Ari H Soemarno, mengatakan pendapatan Blok Cepu akan mencapai 3,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp30 triliun per tahun. "Bagian terbesar pendapatan tersebut diperoleh negara," katanya saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Joint Operating Agreement (JOA) Blok Cepu, di Jakarta, Rabu (15/3).
Berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) Blok Cepu yang ditandatangani pada 17 September 2005, bagian negara mencapai 85 persen, Pertamina 6,75 persen, ExxonMobil 6,75 persen dan BUMD 1,5 persen.
Ari mengatakan, meski posisi operator Blok Cepu dipegang ExxonMobil, namun Pertamina tetap memegang kendali operasi di Blok Cepu. "Kesepakatan ini merupakan hasil maksimal dan win-win solution bagi Pertamina dan ExxonMobil," ujarnya.
Bagi Pertamina, menurut Ari, kesepakatan ini akan meningkatkan
produksi migas dan selanjutnya memberikan tambahan penerimaan bagi negara.
Selain itu, lanjut Ari, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu (BP) Migas akan melakukan pengawasan mulai dari plan of development (perencanaan pengembangan); work programme and budget (program kerja dan anggaran) hingga approval for expenditure (persetujuan pengeluaran). "Intinya, semuanya diawasi pemerintah. Kalau pemerintah tidak setuju, maka duit tidak akan keluar," ungkapnya.
Penandatanganan dilakukan antara Dirut PT Pertamina EP Cepu (PEPC); anak perusahaan Pertamina, Hestu Bagyo dan Presiden Direktur ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI); Peter Coleman, yang mewakili anak perusahaan Mobil Cepu Limited (MCL) dan Ampolex Cepu Ltd (ACL).
Selain Ari H Soemarno, turut menyaksikan penandatanganan tersebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, dan Menneg BUMN Sugiharto. Hadir pula Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu (BP) Migas Kardaya Warnika, Komisaris Utama Pertamina Martiono Hadianto, Ketua Tim Negosiasi Blok Cepu Roes Aryawijaya, Vice President Planning, Commercial and Public Affairs EMOI Maman Budiman, dan Executive Director Exploration EMOI Budiono.
Penandatanganan tersebut mengakhiri berlarut-larutnya pembahasan JOA yang telah dilakukan sejak Oktober tahun lalu, karena baik Pertamina maupun ExxonMobil sama-sama berkeinginan menjadi operator di Blok Cepu.
Sumber berita Polri
Thursday, March 5, 2009
pendapatan blok cepu 3,3 milliar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment